Karhutla di Belopo Bag Tengah

🔥 BELOPO TERBAKAR, KITA MASIH MAU DIAM?

Karhutla kembali terjadi di wilayah Belopo, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Api mungkin terlihat dari kejauhan, tetapi dampaknya tidak pernah berhenti di titik kebakaran.

Asap menyebar. Udara tercemar. Lingkungan terancam. Masyarakat ikut merasakan.

Yang lebih miris, setiap kali Karhutla terjadi, kita seolah kembali pada cerita yang sama: api muncul, tim turun, pemadaman dilakukan, lalu setelah api padam persoalan dianggap selesai.

Padahal belum tentu.

Karhutla bukan cuma persoalan memadamkan api, tetapi juga bagaimana memastikan api tidak kembali, mencari penyebabnya, melakukan pencegahan, dan memastikan siapa pun yang bertanggung jawab harus berhadapan dengan aturan.

Hari ini para petugas dan masyarakat di lapangan kembali berjibaku.

Panas? Iya.

Asap? Jelas.

Medan sulit? Sudah pasti.

Tapi mereka tetap turun.

Karena bagi mereka, memadamkan api bukan sekadar tugas. Ini tentang menjaga kampung, menjaga lingkungan, dan menjaga keselamatan masyarakat.

Namun apresiasi kepada para pejuang di lapangan jangan sampai membuat kita lupa untuk tetap kritis.

Jangan hanya sibuk memadamkan api ketika sudah membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum api menyala.

Pemantauan titik rawan harus diperkuat. Respons harus lebih cepat. Edukasi masyarakat harus terus dilakukan. Dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan harus benar-benar tegas.

Sebab kalau setiap tahun kita hanya bertanya,

“Siapa yang akan memadamkan?”

Maka sudah waktunya kita juga bertanya,

“Kenapa api ini terus terjadi?”

🔥 Belopo bukan sekadar titik di peta. Di sana ada masyarakat, ada lingkungan, ada kehidupan.

Jangan tunggu asap semakin pekat untuk sadar bahwa Karhutla adalah masalah serius.

Hari ini api mungkin berada di Belopo. Besok, siapa yang bisa menjamin bukan di halaman rumah kita?

Karhutla bukan konten musiman.

Ini alarm untuk kita semua.

Mari lawan apinya, cegah penyebabnya, dan jaga lingkungan bersama. 🌱🔥🇮🇩

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *